Kamis, 15 Desember 2011

Genesha Mineral Pada Lingkungan Magmatik

GANESHA MINERAL PADA LINGKUNGAN MAGMATIK

Pengertian Lingkungan Magmatik :

Lingkungan magmatik dikarakteristik oleh temperatur tinggi hingga menengah dan tekanan dengan variasinya cukup lebar. Mineral yang terbentuk berhubungan dengan aktivitas magma yaitu cairan silikat panas yang menjadi bahan induk batuan beku.

Batuan beku merupakan hasil kristalisasi magma, suatu lelelhan panas yang mengandung unsur - unsur penting secara kuantitatif yaitu O, Si, Al, Ca, Mg, Na, dan K dan dalam jumlah kecil hampir semua unsur - unsur lainnya kristalisasi mineral dan magma menghasilkan konsentrasi  unsur - unsur minor dalam cairan sisa dan konsentrasi zat – zat volatile, seperti H2O, CO3, N2, senyawa sulfur dan boron serta HCl dan HF.

Larutan sisa tersebut menghasilkan pegmatite dan vein hidrotermal (urat - urat hidrotermal ) kadang – kadang terbentuk di dalam batuan beku yang telah memadat dan dalam rekahan. Rekahan dan batuan sampingnya, bahkan dapat mencapai permukaan berupa gas - gas menimbulkan fumarol – fumarol atau larutan – larutan membentuk hot spring.

Dalam lingkungan magmatik ada ada empat tipe mineral yaitu :
§   Batuan beku
§   Pegmatit
§   Vein Hidrotermal
§  Endapan – endapan hot spring serta fumarol

1. Batuan Beku

Mineralogi batuan beku cukup sederhana hanya 7 mineral atau grup mineral yang umumnya terdapat dalam jumlah banyak di dalam batuan beku yaitu kuarsa, feldspar, felsparthoid, hornblende, biotit dan olivine dan dapt diklasifikasikan sebagai mineral pembentuk utama ( essential constituens ). Beberapa mineral lain terdapat dalam jumlah kecil, antara lain magnetit, ilment, dan apatit dan diklasifiksikan sebagai pembentuk (accessory constituens ).

Mineral – mineral batuan beku baik utama maupun tambahan juga sebagai leucocratic ( batuan terang ) dan melanocratic ( batuan gelap ). Penggolongan ini juga dapat merupakan penggolongan secara kimia, memisahkan kuarsa dan sodium, potassium serta kalsium aluminosilikat dan mineral – mineral ferromagnesian ( piroksen, hornblende, bioti, dan olivine).






Tabel Mineralogi batuan beku


Leucocratic
Melanocratic
Utama
SiO2
Kuarsa, tridimit, dan kristobalit
Felspar
K-Felspar : Ortoklas, mikrolin
Perthit      : K-Felspar – albit intergrowth
Na – Ca Felspar : Plagioklas
Felsparthoid
Nephelin
Leusit
Sodalit
Kankrinit
Pada beberap batuan vulkanik

Olivin
Piroksen
Enstatit
Hipersin

Augit

Hornblende

Biotit


Tambahan
Apatit
Muskovit
Korundum
Sphene
Zirkon
Ilmenit
Magnetit
Pirit
Piorit

Tabel Klasifikasi batuan beku secara mineralogy

Mineral Pembentuk
K-Felspar/pertit terbanyak
K-Felspar plagioklas   
± sama
       Plagioklas
feldspar terbanyak
Sedikit atau
tanpa felspar
An <50%
An 50 %
Ada kuarsa
  1. Granit
  2. Rhiyolit
  1. Grano diorite
  2. Latit kuarsa
  1. Diorit Kw (tonalit)
  2. Dasit
  1. Gabro Kuarsa
  2. Basalt kuarsa


  1. Syent
  2. Tracyt
A.    Monozit
B.     Latit
  1. Gabro
  2. Basalt diatas
  1. Diorit
  2. Latit
A.Piroksen, Peridotit,       Dunit
 B.Limburgit


  1. Nefeline syent
  2. Phonolit
  1. Nepheline, Menzonit
  2. Latit funolit
  1. Essexit, Theralit
  2. Tephirit, Basanit
  1. Ijolit
  2. Leusit dan Nefelinit

Keterangan A. ( Tipe Plutonik)
                    B. ( Tipe Vulkanik )       

Pengaruh lingkungan geologi terhadap batuan akan terefleksi pada ukuran butiran mineralnya. Mineral pada batuan tipe vulkanik berbutir halus karena melalui proses pendinginan yang cepat kadang terdapat mineral butiran agak kasar disebut fenokris. Pada batuan plutonik mineral berbutiran kasar, karena pendinginan yang perlahan sehingga memberikan kesempatan Kristal tumbuh besar.  

2. Pegmatit

Pegmatit adalah batuan beku yang terbentuk dari hasil injeksi magma. Sebagian kristalisasi magmatik awal dan tekanan di sekeliling magma, maka cairan residual yang mobile akan terinjeksi dan menerobos batuan sekeliling sebagai dike, sill, stokework.

Proses kristalisasi fraksional pada magma akan membentuk suatu cairan sisa berupa cairan silikat. Cairan ini tidak selalu cai karena adanya konsentrasi volati. Bila tekanan volatile mencukupi akan menyebabkan cairan terinjeksi di sepanjang permukaan lemah pada batuan sekeliling yang mungkin merupakan bagian dari batuan beku intrusi yang sama. Dengan jalan inilah pegmatite dan vein hidrotermal terbentuk.

Pegmatite dijumpai berasosiasi dengan batuan – batuan plutonik (umumya granit).  Pegmatite – pegmatite granit umumnya terdiri dari kuarsa dan alkali feldspar, dan sedikit muskovit dan biotit. Pegmatit mempunyai tekstur besar butir kasar dan biasanya berbentuk tabular atau pipa.

Pegmatite sangat sederhana dalam hal kimiawi maupun mineralogy tapi pegmatite komplek disebabkan oleh kandungan unsure yang jarang dan mineral yang tak umum. Pegmatite penting secara ekonomi dan telah dimanfaatkan untuk keperluan industri mineral seperti : feldspar, muskovit, plugopit, turmalin, dan kuarsa.

3. Endapan Hidrotermal

Endapan hidrotermal merupakan pengembangan pegmatik dan terbentuk dari larutan yang lebih dingin dan encer. Ciri khas endapan hidrotermal adalah urat – urat ( vein ) yang mengandung sulfide, yang terbentuk karena pengisian rekan atau celah – celah pada batuan semula. Namun banyak juga yang berupa suatu massa tak teratur, yang telah mengganti sebagian atau seluruhnya.

Secara luas, endapan hidrotermal dibagi menjadi 3 tipe :

§  Endapan hipotermal terbentuk antara 300 – 500 0C
§  Endapan mesotermal terbentuk antara 200 – 300 0C
§  Endapan epitermal terbentuk antara 50 – 200 0C

Endapan hipotermal dicirikan oleh mineral kasiterit, skhelit, wolframit, dan molidenit. Kuarsa adalah geng utama yang diikuti pula oleh turmalin, topas, dan mineral silikat lainnya.

Endapan mesotermal, mineral yang mencirikannya adalah mineral sulfide( pirit, markasit, galena, sfalerit, khlakosit, bornit, enargit, tetrahedrit, urat kuarsa mengandung emas yang merupakan endapan penting.

Endapan epitermal, dicirikan oleh mineral stibirit, sinobar, perak native, sulfide perak, atau argenit, emas native, dan mineral – mineral emas lain seperti krenerit, kalaverit, dan silvanit, yang berturut – berturut menghasilkan antimon, air raksa, perak, dan emas mineral gengnya adalah kuarsa, opal, kalsit, aragonite, dolomt, fluorit, dan barit.

4. Endapan – Endapan Hidrotermal

Larutan hidrothemal kadang kala dapt permukaan dan muncul sebagai air panas. Pada umumya larutan – larutan mempunyai kadar mineral yang rendah. Mineral yang sering terdapat di sekeliling air panas adalah silica dan opalin. Namun kadang – kadang dapat dijumpai pada sejumlah kecil sulfida – sulfida.

Endapan Fumarol yang terpenting adalah endapan yang tedapat pada gunung api yang masih aktif , dengan gas –gas panas yang sangat aktif mengendapkan mineral – mineral seperti sulfur dan mineral – mineral lain seperti magnetit, molibdenit, realgan, galena, dan sfalerit.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar